Dalam
hubungan seks terdapat banyak sekali kegiatan ekplorasi seks yang dapat
dilakukan oleh para pasangan. Utamanya ini bukan menjadi hal yang tabu lagi
untuk pasangan-pasangan muda di zaman teknologi ini. Dengan berkembanya
teknologi, banyak sekali budaya-budaya luar yang masuk ke negara kita
(Indonesia) seperti negara-negara di dataran eropa serta yang tidak kalah lagi
adalah negara di dataran Asia seperti Jepang yang seolah-olah membom-bardirkan
produk film birunya lewat dunia maya. Atas dasar tersebut pula ekplorasi
hubungan seks pun erat kaitanya dengan kontaminasi budaya, alih-alih perilaku
seksual, style, serta modifikasi
posisi seks pun bergeser.
Pada
praktiknya, banyak wanita yang merasa kurang nyaman dengan beberapa posisi seks
yang ingin dieksplorasi oleh pasangannya. Hal tersebut nampaknya dapat memicu
ketidaknyamanan untuk kedua belah pihak. Sisi lain si wanita merasakan tidak
nyaman karena posisi tubuhnya yang tidak biasa atau organ tubuhnya kurang siap
dengan posisi yang diinginkan si pria. Sisi lain lagi si pria merasa kecewa
karena si wanita tidak membantu memenuhi hasrat ekplorasinya.
Hal
yang harus perhatikan saat akan mengekplorasi posisi seks.
1. Membentuk
posisi itu perlu latihan
Hal yang sering terjadi
adalah ketika si pria melakukan ekplorasi sering menampilkan keegoisannya tanpa
memikirkan kemampuan otot tubuh pasangannya. Tidak semua wanita mampu membentuk
tubuhnya pada posisi seks yang diperagakan di film-film dewasa. Namun jika
pasanganmemang sepakat ingin melakukan posisi yang diinginkan tetapi belum
mampu melakukannya, hal yang harus dilakukan adalah melatih tubuh secara
perlahan dan bertahap.
2. Organ
dalam wanita perlu diperhatikan
Jika terlalu dipaksakan
kadang kala wanitalah yang akan menjadi korbannya. Ingat! Penetrasi yang
dilakukan pria berhubungan dengan organ dalam wanita, sehingga mari hilangkan
sifat egois agar tidak terjadi petaka.
3. Mental
juga berperan
Sudah pernah saya tulis di
artikel sebelumnya bahwa sesungguhnya hubungan intim atau aktivitas seks tidak
hanya aktivitas jasmani melainkan juga aktivitas ruhani. Ini berarti kenyaman
mental pasangan kita harus kita perhatikan. Tidak akan ada kenikmatan jika
mental kita tidak nyaman. Bahan, dengan kita memaksakan tanpa memikirkan mental
pasangan dapat menyebabkan trauma dan stres.
4. Hubungan
seks itu intinya cinta
Mari kita kembali lagi kepada
hakikatnya, bahwa hubungan seks itu merupakan buah cinta dengan pasangan kita
(suami –istri). Bentuk eksplorasi apapun sebaiknya disajikan dengan penuh
cinta. Komunikasi yang baik, perlakuan yang baik atau segala sesuatupun jika
dilakukan dan dimulai dengan baik pasti berbuah baik. (Aji)
Semoga
bermanfaat

Belum ada tanggapan untuk "Posisi Seks Yang Berujung Petaka"
Post a Comment