Zaman dahulu,mungkin menikah
di usia muda bukan hal yang tabu . Akan tetapi sebaliknya, orang yang menikah
di usia dewasa menjadi pusat kekhawatiran baik si fulan dan yang lebih khawatir adalah orang tuanya. Namun seiring
berjalannya waktu yang terus menggilas kebiasaan-kebiasaan terdahulu, menikah
dengan ukuran umur dewasa menjadi pilihan kebanyakan orang saat ini. Ada beberapa
alasan kenapa kebanyakan orang memilih menikah di usia tersebut. Ets ... tapi tidak sedikit pula lho orang merencanakan menikah di usia
muda. Dari beberapa yang telah mengalami menikah di usia muda, ada beberapa
keuntungan yang kita peroleh, dantaranya:
1.
Belum
banyak kebutuhan
Tidak dipungkiri bahwa pasangan yang menikah
muda tentu belum banyak kebutuhan. Terutama untuk pasangan yang menunda mendapatkan
anak. Dengan memfokuskan pada karier, menikmati masa-masa indah dalam
berhubungan suami-istri (denotasi/konotasi: pacaran) adalah hal amat
memungkinkan terblokingnya hasrat memiliki barang-barang mewah atau lainnya.
2.
Lebih
cepat dewasa
Dengan interaksi yang banyak (dalam hal ini
interaksi keluarga), benturan kompleks, komunikasi verbal/nonverbal, atau
rangsangan lainnya, akan membentuk kedewasaan seseorang. Sehingga interaksi
yang terjadi pada pernikahan, termasuk pernikahan di usia muda, membentuk kedewasaan
di usianya. Ini tidak beda dengan proses terjadinya pembelajaran manusia pada
ilmu pengetahuan secara umum.
3.
Tanggung
jawab untuk karier lebih tinggi
Sikap tanggung jawab merupakan buah dari
kedewasaan seseorang, dengan kata lain tanggung jawab itu mencerminkan bahwa
seseorang tersebut telah dewasa. Ya, tentu. Dapat kita lihat di poin nomor dua
bahwa seseorang yang menikah muda akan lebih cepat dewasa. Artinya ketika
kedewasaan itu tumbuh, maka sikap dan sifat tanggungjawab itu juga muncul
dengan sendirinya.
4.
Saling
dukung, menjadi kekuatan super
Tentunya ketika pasangan berusia muda
melewati kebersamaan dalam ikatan rumah tangga berusaha saling mengerti satu
sama lain. Misalnya pada karier masing-masing. Saling bertoleransi, memberikan
dorongan yang penuh dan lain-lain. Sehingga dengan adanya saling memotivasi
atau saling dorong (hal positif) ini akan menjadi sebuah energi super untuk
membangun keluarga.
5.
Keuangan
lebih terkontrol
Adanya toleransi dan saling memotivasi,
menimbulkan rasa kebersamaan yang hangat. Ini amat berpengaruh terhadap lajunya
misi-misi keluarga yang diantaranya adalah manajemen keuangan.
Manajemen keuangan bisa dibilang krusial
dalam membangun keluarga. Ini berkaitan denan visi dan misi, sehingga jika
mamajemen keuangan dalam sebuah keluarga ngawur,
maka dipastikan keluarga tersebut diambang kebobrokan.
6.
Tujuan
lebih mudah dicapai
Tujuan merupakan kata yang bersifat umum. Tujuan
secara sederhana dapat disebut target keinginan.
Kaitan tujuan mudah tercapat ketika menikah
di usia muda karena poin-poin di atas yang menjurus pada tatanan positif. Artinya
dengan terbentuknya hal-hal di poin 1-5 ini memungkinkan semakin mudahnya pencapaian
tujuan dalam rumah tangga. (Mahir)
Baca juga Cara Agar Suami Betah di Rumah

Belum ada tanggapan untuk "Manfaat Menikah Muda"
Post a Comment